Selasa, 17 April 2018

Cara Pemakaian Vending Machine Pada Kartu Tiket Commuter Line Dalam Segi Software dan Hardware

Anggota Kelompok    :  Andry Setiawan (20115754)
                                       Fajri Fadli (22115445)
                                       Gardenia Arum Handayani (22115835)
                                       Kevin Clarence (23115691)
                                       Mitha Lathifah Arethusa (24115196)
                                       Muhammad Yusuf Aldiansyah (24115825)
Kelas                           :  3KB01
Mata Kuliah                :  Interaksi Manusia & Komputer


            Vending machine merupakan suatu alat atau mesin yang menjual barang secara otomatis.Vending machine tidak membutuhkan tenaga operator untuk menjual barang, kita dapat memilih sendiri barang yang kita inginkan. Layaknya penjual asli, mesin ini akan mengeluarkan barang yang kita inginkan setelah kita membayarnya dengan cara memasukkan sejumlah koin maupun uang kertas.
            Pada saat ada seseorang melihat mesin ini , lalu tertarik untuk membeli barang yang ditawarkan , maka pembeli itu akan memasukan uang, baik uang kertas maupun uang koin . Di dalam vending machine , terdapat scanner digital untuk membaca jumlah uang yang dimasukan , apakah cocok dengan bill atau tidak . Scanner akan memindai baik dari ukuran , kode , dan ciri spesifik lainnya dari sebuah uang 

.

            Salah satu contoh dari vending machine adalah vending machine dalam penjualan kartu tiket Commuter Line. Commuter Line Ticket Vending Machine adalah mesin yang dapat melayani pembelian tiket Commuter Line secara mandiri. Mesin ini hanya bisa digunakan untuk tiket (THB dan KMT) yang dikeluarkan resmi oleh PT KCJ.




Mesin ini memiliki dua jenis transaksi     :
Untuk Transaksi THB
  • Pembelian Tiket Baru
  • Isi Ulang Tarif Perjalanan
  • Pengambilan Uang Jaminan
Untuk Transaksi KMT
  • Isi ulang saldo

Tata Cara Isi Ulang KMT
  • Pilih bahasa yang anda mau, bisa bahasa Indonesia atau bahasa Inggris
  • Letakkan KMT anda pada tempat yang tersedia
  • Masukkan uang sesuai jumlah yang dibayarkan (tidak ada uang kembalian)
  • Tekan ya untuk melanjutkan transaksi atau tidak untuk membatalkan transaksi
  • Jangan lupa ambil kembali kartunya
  • Jika terjadi kegagalan transaksi, akan ada bukti transaksi yang keluar secara otomatis. Bawa bukti transaksi tersebut ke loket untuk mengajukan klaim
Tata Cara Pembelian Baru THB
  • Pilih bahasa yang anda mau, bisa bahasa Indonesia atau bahasa Inggris
  • Tekan tombol buy dan pilih nama stasiun tujuan anda di peta rute KRL
  • Tentukan jumlah tiket yang akan dibeli, maksimal hanya bisa membeli 4 tiket dalam satu kali transaksi
  • Tekan ya untuk melanjutkan transaksi atau tidak untuk membatalkan transaksi
  • Masukkan uang untuk pembelian
  • Jangan lupa ambil kartunya dan uang kembaliannya (jika ada)
  • Jika terjadi kegagalan transaksi, akan ada bukti transaksi yang keluar secara otomatis. Bawa bukti transaksi tersebut ke loket untuk mengajukan klaim

Tata Cara Isi Ulang THB
  • Pilih bahasa yang anda mau, bisa bahasa Indonesia atau bahasa Inggris
  • Letakkan THB di tempat yang telah tersedia
  • Tekan tombol Top up
  • Pilih nama stasiun tujuan anda di peta rute KRL dan tekan proses
  • Tekan ya untuk melanjutkan transaksi atau tidak untuk membatalkan transaksi
  • Masukkan uang untuk sesuai jumlah yang harus dibayarkan
  • Jangan lupa ambil kartunya dan uang kembaliannya (jika ada)
  • Jika terjadi kegagalan transaksi, akan ada bukti transaksi yang keluar secara otomatis. Bawa bukti transaksi tersebut ke loket untuk mengajukan klaim
Tata Cara Pengambilan Uang Jaminan
  • Pilih bahasa yang anda mau, bisa bahasa Indonesia atau bahasa Inggris
  • Letakkan THB di tempat yang telah tersedia
  • Tekan tombol refund
  • Tekan ya untuk melanjutkan transaksi atau tidak untuk membatalkan transaksi
  • Ambil uang jaminan anda
  • Jika terjadi kegagalan transaksi, akan ada bukti transaksi yang keluar secara otomatis. Bawa bukti transaksi tersebut ke loket untuk mengajukan klaim




Kelebihan dari segi software              :
·         User interface bagi software mudah digunakan.
·         Button dan teks berukuran besar dan jelas, mudah dilihat oleh semua orang.
·         Pengguna hanya mengikuti instruksi yang diberikan pada layer

Kekurangan dari segi software           :
·         Tidak adanya fitur aksesibilitas bagi pengguna tuna netra, contohnya dalam fitur text-to-speech atau huruf braile dikarenakan memakai layer sentuh.
·         Hanya ada Bahasa Indonesia dan tidak ada bahasa lain seperti Bahasa Inggris untuk pengguna yang bukan orang Indonesia.

Kelebihan dari segi hardware            :
·         Penggunaan layer sentuh yang memudahkan pengguna langsung menekan button – button yang tampil pada layer

Kekurangan dari segi hardware         :
·         Tampilan vending machine yang memberikan terlalu banyak informasi menyebabkan information overload.
·         Terdapat dua jenis vending machine yang berbeda, dengan layout hardware yang berbeda pula
·         Dikarenakan information overload tersebut dan layout hardware yang berbeda – beda, pemakai Commuter Line yang masih baru sulit menggunakannya dan membutuhkan bantuan dari petugas
·         Hal diatas mengakibatkan lamanya waktu transaksi dan fungsi otomatisasi dari vending machine tidak terlaksana

Kesimpulan
            Meskipun vending machine Commuter Line dapat menjalankan berbagai tugas secara otomatis, kekurangan terbesar dari mesin ini adalah information overload pada hardware vending machine dan layout design yang berbeda – beda menyebabkan pengguna Commuter Line yang masih baru tidak langsung bisa memakai vending machine tersebut dengan mudah.
            Dikarenakan hal tersebut, mereka masih membutuhkan bantuan petugas untuk memakai vending machine tersebut. Hal ini memakan waktu dan dapat menimbulkan antrian Panjang. Fungsi vending machine sebagai mesin otomatis pun tidak terlaksana karena memerlukan petugas untuk membantu pemakai yang kebingungan.
            Namun, vending machine ini dapat melayani hal yang sebelumnya tidak ada yaitu pengambilan uang jaminan. Bagaimanapun, kelompok kami merasa bahwa vending machine ini masih belum memenuhi tujuannya yaitu mempermudah transaksi bagi pengguna dan menghemat biaya bagi pemilik vending machine yang tidak memerlukan membayar pekerja yang melayani pengguna.
           







Minggu, 24 Desember 2017

Resiko Managemen Proyek dan Pengembangan Sistem Pada Bidang Komputer Menggunakan Metode Scrum

Anggota Kelompok                            : 
Andry Setiawan                                    (20115754)
Bachtiar Adiguna                                  (21115215)
Fajri Fadli                                              (22115445)
Kevin Clarence                                      (23115691)
Kelas                                                   : 3KB01
Mata Kuliah                                        : Manajemen Proyek & Resiko

 

Resiko yang timbul dari penggunaan metode scrum ialah :
Developer harus selalu siap dengan perubahan karena perubahan akan selalu diterima dan Lemah dalam perencanaan arsitektur,Scrum adalah salah satu penyebab utama scope creep karena kecuali ada tanggal akhir tertentu, stakeholder proyek manajemen akan tergoda untuk terus menuntut fungsi baru.Jika tugas tidak didefinisikan dengan baik, perkirakan biaya proyek dan waktu tidak akan akurat. Dalam kasus seperti itu, tugas dapat tersebar di beberapa sprint.ketepatan waktu bergantung kepada ke lihaian para anggota tim yang bergabung dan peran master tim sangat mempengaruhi, Project quality management sangat sulit untuk diimplementasikan dan diukur kecuali team dapat melakukan pengujian regresi setelah beberapa sprint.
 
Penyelesaian masalah dari resiko di atas ialah:
Dengan saling berkerjasama antara master dan anggota tim nya dan juga selalu sabar menghadapi pembaharuan yang di minta oleh konsumen karena dengan begitu resiko yang di timbul kan akan semakin kecil untuk bisa timbul dan kegagalan proyek pun berkurang hanya dengan kerjasama yang baik.

Sabtu, 18 November 2017

Managemen Proyek dan Pengembangan Sistem Pada Bidang Komputer Menggunakan Metode Scrum


 
Anggota Kelompok                            : 
Andry Setiawan                                    (20115754)
Bachtiar Adiguna                                  (21115215)
Fajri Fadli                                              (22115445)
Kevin Clarence                                      (23115691)

Kelas                                                   : 3KB01

Mata Kuliah                                        : Manajemen Proyek & Resiko


1.        SEJARAH SINGKAT METODOLOGI SCRUM

Scrum pertama kali diperkenalkan dalam artikel Takeuchi and Nonaka yang berjudul "The New New Product Development Game" dan dipublikasikan oleh Harvard Business Review (HBR) pada tahun 1986.  Pada artikel tersebut Takeuchi dan Nanaka melakukan survey pada beberapa perusahaan di Jepang, antara lain ; Fuji Xerox, Canon, 3M dan Honda. Survei tersebut dilakukan untuk melihat bagaimana perusahaan-perusahaan tersebut dapat membuat produk baru dengan kualitas produk yang sangat bagus, secara sukses.
Takeuchi dan Nanaka menemukan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan pendekatan yang sama dalam mengembangkan produknya. Metode Scrum digunakan pertama kali dalam pengembangan perangkat lunak dimulai oleh Jeff Sutherland, Easel Corporation pada tahun 1993.  Metode Scrum pertama kali diformulasikan dan dipresentasikan pada Object Management Group tahun 1995 dengan judul paper "Scrum Development Process"

  
2.        PENGERTIAN METODOLOGI SCRUM

Scrum adalah suatu metodologi yang mengatur (manage) proses pembuatan software. Scrum merupakan suatu kerangka kerja. Jadi, bukannya menyediakan deskripsi rinci tentang bagaimana segala sesuatu yang harus dilakukan pada proyek seperti diserahkan kepada tim pengembangan perangkat lunak pada umumnya. Hal ini dilakukan supaya tim akan tahu bagaimana cara terbaik untuk memecahkan masalah yang mereka disajikan. Ada 3 elemen organisasi utama pada scrum yaitu product owner, Scrum master, dan the Scrum team. Scrum Master dapat dianggap sebagai pelatih bagi tim, membantu anggota tim menggunakan kerangka Scrum untuk tampil di tingkat tertinggi. Product Owner mewakili bisnis, pelanggan atau pengguna dan memandu tim ke arah pegembangan produk yang tepat. Sedangkan The Scrum Team merupakan grup pengembang kecil biasanya terdiri dari 5-9 orang. Untuk projek yang sangat besar, pekerjaan biasanya dibagi dan didelegasikan ke grup-grup kecil. Jika sangat dibutuhkan the scrum master juga dapat ikut membantu dalam koordinasi team.
Selain itu Scrum juga menarik karena scrum lebih condong pada cara me-manage proyek secara praktikal (practical process model). Lebih menuntun tim untuk melakukan hal-hal yang perlu dan menyarankan hal-hal yang tidak perlu dalam menginspeksi proses dan melakukan adaptasi terus meneus untuk menyetir arah dari proses. Tidak seperti metodologi manajemen proyek lain yang cenderung deskriptif dan heavyweight.
                Dalam menjalankan kerjasama antara anggota team, scrum menekankan lokasi fisik yang sama atau sarana online yang akrab antara semua member, dan juga pertemuan muka dengan muka setiap hari antara semua anggota team. Prinsip kunci dari scrum adalah memahami bahwa dalam project yang tengah berlangsung, klien mungkin mengubah apa yang menjadi kebutuhan dan keinginannya. Perubahan sulit diadaptasi oleh framework pengembangan aplikasi yang bersifat tradisional.  Scrum menerima perubahan ini dan memaksimalkan seluruh anggota team untuk menyesuaikan perubahan mendadak ini. Scrum mengadopsi permainan Rugby yang begitu mudah menyesuaikan diri semua anggota team setelah ada sedikit pelanggaran. Kemudian menyesuaikan diri inilah yang mengimpirasi scrum. Anggota team yang bekerja menggunakan metodologi Scrum terbagi menjadi beberapa roles atau peranan, yang terbagi sebagai berikut :

        I.            Development Team
Development team atau tim pengembang adalah team yang mendesain dan melakukan proses problem-solvers. Biasanya team tersebut terdiri dari 3-9 orang.
3-9 orang adalah team yang paling optimal dalam menggunakan metode scrum berdasarkan beberapa penelitian yang ada. Pembagian tugas dan distribusi informasi ditentukan diantara anggota tim itu sendiri. Setiap anggota tim bertanggungjawab atas keberhasilan keluaran sprint yang dilakukan.
      II.            Product Owner
Product Owner atau pemilik proyek harus memastikan bawha tim pengembang bekerja sesuai dengan target yang telah ditetapkan dilihat dari kacamata bisnis. Pemilik proyek melakukan manajemen terhadap Product Backlog, yang dibreakdown menjadi to-do-list, sehingga semua keinginan dan kebutuhan sistem dapat terekam dengan baik berdasarkan keuntungan yang diterima dengan mempertimbangkan sisi bisnisnya.
Pemilik proyek fokus pada bagaimana produk dihasilkan nantinya. Selain itu pemilik proyek juga harus selalu melihat berapa banyak dana yang dikeluarkan dalam mengembangkan produk dan seberapa besar pendapatan yang dihasilkan oleh produk tersebut.
    III.            Scrum Master
Scrum master atau tenaga ahli Scrum adalah kombinasi dari pelatih, fixer dan penjaga gawang. Hal yang paling penting dari Scrum Master adalah, Scrum Master harus dapat mengarahkan dan melatih Tim Pengembang dan Pemilik Proyek untuk memastikan bahwa mereka selalu berada dalam kondisi terbaiknya dalam meraih kesuksesan.
Scrum Master memimpin rapat setiap harinya - Daily Scrum. Scrum master harus memastikan bahwa tim pengembang tidak teralihkan fokusnya pada hal-hal diluar proyek/pekerjaan.
    IV.            Scrum Team
Scrum Team atau Tim Scrum adalah gabungan dari Tim Pengembang, Pemilik Proyek dan Tenaga Ahli Scrum.


3.       Istilah-istilah dalam Scrum

        I.            Product Backlog
Pemilik Proyek menyusun dan mengumpulkan semua permintaan dan kebutuhan sistem, misalnya fitur-fitur yang dibutuhkan dan-atau kebutuhan non-fungsional sistem. Setelah tujuannya sudah ditetapkan, semua permintaan dan kebutuhan tersebut dibagi-bagi menjadi bagian-bagian kecil yang mana setiap bagian kecil tersebut harus mempunyai nilai dan layak untuk dikembangkan.
Pemilik Proyek juga menentukan skala prioritas dalam pengerjaan bagian-bagian kecil tersebut. Bagaimana dan seperti apa bagian-bagian kecil tersebut diimplementasikan dan di-deliver?
Pertanyaan tersebut akan menghasilkan sebuah to-do-list berdasarkan kebutuhan pasar dan kebutuhan pelanggan yang selalu berubah seiring dengan berjalannya waktu.
      II.            Backlog Refinement
Backlog harus di-maintain dengan baik dan tepat oleh Tim Scrum untuk dilakukan perencanaan, sehingga Sprint dapat berjalan dengan lancar. Hal-hal yang harus dilakukan dalam me-maintain backlog antara lain adalah melakukan proses estimasi dan breakdown kebutuhan, Hal tersebut dilakukan agar kondisi Sprint (1-4 minggu) terpenuhi.
Oleh karena itu, sangat membantu apabila tim mengalokasikan waktu khusus setiap minggu untuk melakukan Penghalusan Backlog (Backlog Refinement), dan disaat yang sama juga melakukan perencanaan.
    III.            Sprint
Sprint adalah kotak-waktu yang berisi periode kerja dimana pada sprint fokus terhadap delivery produk berdasarkan item-item yang dipilih dari Product Backlog.  Didalam Sprint selalu ditetapkan waktu pekerjaan secara konsisten dan Sprint yang baru dimulai sesegera mungkin setelah sprint yang ada telah selesai dikerjakan.
    IV.            Daily Scrum
Setiap hari, Tim Scruam harus melakukan pertemuan (rapat) selama maksimal 15 menit. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mensinkronkan progres, mengidentifikasi masalah dan menyelesaikan masalah yang ada dalam mengerjakan pekerjaannya.
Pertanyaan yang biasa ditanyakan adalah :
  • Apa yang anda lakukan sejak pertemuan terakhir ?
  • Apa rencana yang anda lakukan sampai pertemuan berikutnya ?
  • Apa ada suatu masalah yang membuat anda tidak dapat mengerjakan pekerjaan yang telah direncanakan sebelumnya ?
Pertanyaan 1 dan 2 digunakan untuk melihat sejauh mana progress yang telah dibuat dan untuk menentukan siapa yang mengerjakan apa setiap harinya. Pertanyaan ketiga digunakan untuk mencari solusi dari permasalahan yang muncul. Mulai dari pertanyaan yang bersifat teknis hingga non-teknis yang dinilai dapat mengacaukan pekerjaan.

      V.            Sprint Review
Setiap Sprint selalu berakhir dengan mendemontrasikan dan mempresentasikan fitur-fitur yang telah dikerjakan. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa fitur-fitur tersebut dapat bekerja dengan baik.
Sebaiknya Sprint review dilakukan dalam team yang kecil, sebelum produk tersebut didemontrasikan dan dipresentasikan pada team yang besar (Pemilik Produk, pelanggan dan manajemen perusahaan).
    VI.            Sprint Retrspective
Didalam Sprint Retrspective, Tim Scrum merefleksikan bagaimana pekerjaan-pekerjaan berjalan pada Sprint sebelumnya? Harapan yang ingin dicapai pada Sprint Retrspective adalah adanya perbaikan tindakan sehingga Sprint berikutnya dapat dikerjakan dengan lebih baik lagi. Perbaikan-perbaikan tersebut harus di-implementasi-kan pada Sprint berikutnya.



4.        PRINSIP METODOLOGI SCRUM

  • ·         Ukuran tim yang kecil melancarkan komunikasi, mengurangi biaya, dan memberdayakan satu sama lain
  • ·         Proses dapat beradaptasi terhadap perubahan teknis dan bisnis
  • ·         Proses menghasilkan beberapa software increment
  • ·         Pembangunan dan orang yang membangun dibagi dalam tim yang kecil
  • ·         Dokumentasi dan pengujian terus menerus dilakukan setelah software dibangun
  • ·         Proses scrum mampu menyatakan bahwa produk selesai kapanpun diperlukan



5.        KELEBIHAN DAN KEKURANAN METODOLOGI SCRUM

        I.            Kelebihan Metodologi Scrum antara lain:
  • ·         Keperluan berubah dengan cepat
  • ·         Tim berukuran kecil sehingga melancarkan komunikasi, mengurangi biaya dan memberdayakan satu sama lain
  • ·         Pekerjaan terbagi-bagi sehingga dapat diselesaikan dengan cepat
  • ·         Dokumentasi dan pengujian terus menerus dilakukan setelah software dibangun
  • ·         Proses Scrum mampu menyatakan bahwa produk selesai kapanpun diperlukan
  • ·         Scrum membantu perusahaan dalam menghemat waktu dan uang.
  • ·         Metode scrum membolehkan perusahaan dimana persyaratan bisnis sulit untuk diukur menjadi mudah dikembangkan.
  • ·         Pergerakan pengembangan cutting edge dapat dengan cepat dikodekan dan diuji menggunakan metode ini. Bagaikan kesalahan yang mudah untuk diperbaiki.
  • ·         Scrum merupakan sebuah metode yang mudah dikontrol yang mana peningkatan pekerjaan dapat terjadi setiap periode waktu yang ditentukan
  • ·         Scrum merupakan metode iteratif yang membutuhkan feedback secara kontinu dari user.
  • ·         Karena short sprint dan constant feedback, scrum dapat dengan mudah mengatasi setiap perubahan
  • ·         Daily scrum meeting memungkinan untuk mengukur produktfitas individu. Ini mengarah pada peningkatan produktifitas dari setiap anggota tim.
  • ·         Setiap isu diidentifikasi dengan baik pada setiap pertemuan harian dan oleh karena itu dapat diselesaikan dengan cepat.
  • ·         Mudah untuk mengirim produk berkualitas sesuai waktunya.
  • ·         Scrum dapat bekerja dengan berbagai teknologi dan bahasa pemrograman namun secara khusus berguna untuk peningkatan web 2.0 maupun media proyek baru.
  • ·         Biaya overhead dari proses dan manajemen sangat minim sehingga mengarah ke hasil lebih cepat dan lebih murah.

      II.            Kekurangan Metodologi Scrum antara lain :
  • ·         Developer harus selalu siap dengan perubahan karena perubahan akan selalu diterima.
  • ·         Lemah dalam perencanaan arsitektur
  • ·         Scrum adalah salah satu penyebab utama scope creep karena kecuali ada tanggal akhir tertentu, stakeholder proyek manajemen akan tergoda untuk terus menuntut fungsi baru disampaikan.
  • ·         Jika tugas tidak didefinisikan dengan baik, perkirakan biaya proyek dan waktu tidak akan akurat. Dalam kasus seperti itu, tugas dapat tersebar di beberapa sprint.
  • ·         Jika anggota tim tidak berkomitmen, maka proyek tidak akan selesai atau bahkan gagal
  • ·         Proyek yang kecil dapat bergerak dengan sangat baik karena hanya diselesaikan oleh tim yang kecil 
  • ·         Metode ini hanya membutuhkan anggota tim yang berpengalaman, jika tim berisi orang - orang yang masih pemula maka proyek tidak dapat selesai sesuai waktunya
  • ·         Scrum dapat bekerja dengan baik jika scrum master mempercayai tim yang mereka kelola, jika scrum master terlalu mengontrol secara ketat setiap anggota tim ini dapat menyebabkan tim menjadi stress yang mengakibatkan demoralisasi dan kegagalan dari proyek tersebut.
  • ·         Jika setiap anggota tim meninggalkan tim selama pengembangan proyek dapat menyebabkan efek yang kurang baik bagi perkembangan proyek tersebut
  • ·         Project quality management sangat sulit untuk diimplementasikan dan diukur kecuali team dapat melakukan pengujian regresi setelah beberapa sprint.



Sumber & Referensi                       :







Jumat, 14 Juli 2017

Tugas 4 Bahasa Inggris Bisnis



Tugas 4 Bahasa Inggris Bisnis

Nama               : Fajri Fadli
NPM                : 22115445
Kelas               : 2KB01

Present tense:
[+ POSITIVE]            : I play video games.
[- NEGATIVE]           : She does not read comic.
[? INTROGATIVE]    : Do you love me ?

Present progressive tense:
[+ POSITIVE]            : The trains are arriving in an hour.
[- NEGATIVE]           : He is not driving his car.
[? INTROGRATIVE] : Are you writing a book right now?

Present future tense:
[+ POSITIVE]            : She will eat.
[- NEGATIVE]           : I will not go to hospital.
[? INTROGRATIVE] : Will you marry me ?

Present perfect tense:
[+ POSITIVE]            : I have read this book.
[- NEGATIVE]           : We have not finished this task.
[? INTROGRATIVE] : Has she said it to her parent?

Past tense:
[+ POSITIVE]            : I stayed at home last week.
[- NEGATIVE]           : They were not here yesterday.
[? INTROGRATIVE] : Did she has to read this yesterday ?

Past future tense:
[+ POSITIVE]            : She would forgive you.
[- NEGATIVE]           : They would not understand you.
[? INTROGRATIVE] : Was she going to give this thing ?

Past perfect tense:
[+ POSITIVE]            : They had had this kind of book before i bought it.
[- NEGATIVE]           : You had not trusted anyone before.
[? INTROGRATIVE] : Had she realize how i love her ?

Past progressive tense:
[+ POSITIVE]            : They were trying to accomplish the training.
[- NEGATIVE]           : She was not writing the message.
[? INTROGRATIVE] : Were you calling her last night ?

-------
Active:
I eat a fried noodle.

Passive:
A fried noodle is eaten by me.

-------
Positive:
I am as smart as Einstein.

Comparative:
She is more beautiful than you.

Superlative:
You are the most beautiful girl in this school.

-------
Direct:
They say, " you'll be a rising star ".

Indirect:
They said that you would be a rising star.

-------
If clause

Type 1 :
If  I learn english continuosly, I will understand english well.

Type 2 :
If  I were superman, I would save the world from the wickedness..

Type 3 :
If  I had accepted that promotion , I would have been working as a CEO.